Jelang Idul Fitri, BI siapkan Rp4,57 triliun uang baru untuk warga Banten
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten menyediakan Rp4,57 triliun uang baru menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Jumlah tersebut terbilang sangat tinggi dibanding tahun lalu atau mengalami kenaikan di angka 21 persen.

Elshinta.com - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten menyediakan Rp4,57 triliun uang baru menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Jumlah tersebut terbilang sangat tinggi dibanding tahun lalu atau mengalami kenaikan di angka 21 persen.
Kebutuhan uang pecahan baru jelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini di wilayah Banten diperkirakan terjadi peningkatan. "Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten telah menyiapkan uang pecahan baru sebesar Rp4,57 trilyun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Idul Fitri," kata Kepala BI Perwakilan Banten, Ameriza Ma'ruf Moesa saat kegiatan Serambi (Semarak Rupiah Ramadhan dan berkah Idul Fitri), Selasa (19/3).
Menurut Ameriza, kebutuhan uang baru pada moment lebaran tahun ini diprediksi akan sangat tinggi di wilayah Banten karena adanya peningkatan aktifitas ekonomi yang sangat signifikan. "Maka dari itub BI Banten akan menyiapkan uang dalam jumlah yang cukup dengan pecahan sesuai kebutuhan serta dalam kondisi layak edar," kata Ameriza seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Mamo Erfanto.
Ameriza menambahkan. BI Banten berkomitmen menjaga kecukupan uang karena melihat kondisi peredaran uang di Banten cenderung mengalami outflow yakni uang lebih besar yang keluar dibanding yang kembali.
"Jadi kalau dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Jawa, di Banten terlihat pola pergerakan uang itu mengalami outflow, jadi uang yang keluar dari Bank Indonesia lebih besar daripada uang yang masuk ke dalam Bank Indonesia," ujarnya.
Ditambahkan Ameriza, data pihaknya jika secara rata rata setiap bulan terjadi net outflow sebesar 150 milyar. Namun kalau dilihat dari total volume dikas nilainya cukup besar.
"Per januari hingga Minggu pertama bulan Maret 2024 ini uang yang telah kami edarkan ke masyarakat sebesar Rp1,8 triliun sementara yang kembali masuk ke pengelolaan kas kami sebesar Rp1,5 triliun. Jadi terjadi net outfllow yang keluar dari sistem bank central sebesar Rp300 miliar," ucap Ameriza,
Kemudian untuk tahun ini, lanjut Ameriza, ada 12 titik layanan penukaran serta 199 titik loket pelayanan penukaran uang dari pihak perbankan yang berada di Banten.
Selain itu, perhari ini Selasa (19/3) kas keliling Bank Indonesia bersama mobil keliling perbankan yang terdiri dari Bank Woori Saudara, BCA, BJB, BJB Syariah, Bank Mandiri, BTN, BNI, akan melakukan pelayanan penukaran di 8 kab/Kota yang ada di provinsi Banten.